MODUL PRAKTIKUM Mata Kuliah BIOLOGI UMUM

MODUL PRAKTIKUM
Mata Kuliah BIOLOGI UMUM
Semester Gasal 2010

Disusun oleh:

Prof. Norma Afiati, PhD.
NIP: 195511101982032001



Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Diponegoro
Semarang
2011


UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

GARIS – GARIS BESAR PROGRAM PRAKTIKUM

MATA KULIAH : BIOLOGI UMUM
KODE MK/SKS/SEMESTER : PKM -103P / 3 SKS/I (Agustus-Desember 2010)
TIM PENGAMPU KULIAH & PRAKTIKUM : PJMK Drs. Boedi Hendrarto, MSc., PhD
Anggota Dra. Niniek Widyorini, MSi
Drs. Mustofa Nitisupardjo, MS
Prof. Norma Afiati, PhD
WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIKUM : Semester Gasal 2010
Laboratorium MSP Jurusan Perikanan FPIK Univ. Diponegoro
Laboratorium Biologi Jurusan Perikanan FPIK Univ. Diponegoro
DESKRIPSI SINGKAT MATA KULIAH : Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa bahwa ilmu Perikanan adalah aplikasi dari ilmu Biologi, sehingga diperlukan penguatan dasar-dasar ilmu Biologi untuk memperdalam pengetahuan dalam lmu Perikanan. Dengan demikian pengajaran Biologi dalam ilmu Perikanan lebih spesifik ditujukan agar mahasiswa mendapatkan dasar dan persepsi yang sama ketika mempelajari ilmu Perikanan dari sudut pandang Biologi; khususnya tinjauan pada fungsi dan struktur organisme air.
STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH : Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dengan benar fungsi dan struktur organisme yang hidup dalam ekosistem perairan yang mendasari dan menunjang bidang perikanan.



UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

MODUL I: BIOLOGI SEL


Nama Mata Kuliah : Biologi Umum
Kode dan SKS mata kuliah : 3 SKS
Semester ke : I (satu)
Prasyarat Praktikum : -
Waktu yang diperlukan : 3 x 4 jam kegiatan
Kompetensi Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dengan benar fungsi, struktur kehidupan organisme yang hidup dalam ekosistem perairan yang mendasari dan menunjang bidang perikanan.
Indikator Kinerja Praktikum pada Modul ke I : Setelah menyelesaikan mata acara praktikum ini, mahasiswa mampu melakukan dengan benar:
a. menggunakan mikroskop cahaya
b. membuat preparat segar dengan bahan dari sel hewan dan sel tumbuhan
c. mengenali perbedaan sel hewan dari sel tumbuhan



KOMPETENSI DASAR

POKOK BAHASAN
SUB POKOK BAHASAN TOPIK PRAKTIKUM
MINGGU
KE
SUMBER
BACAAN
DOSEN
PENGAMPU
1 2 3 4 5 6 7
Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop cahaya dengan baik dan benar Biologi Sel 1. Alat pengamatan sel Mikroskop cahaya I NA
Mahasiswa mampu membuat dengan baik dan benar preparat segar dari bahan hewan dan tumbuhan dan mengamatinya dengan mikroskop cahaya Biologi Sel 2. Pembuatan preparat segar Teknik pembuatan dan pewarnaan preparat segar II NA
Mahasiswa mampu mengenali dengan benar perbedaan sel hewan dari sel tumbuhan di bawah mikroskop cahaya Biologi Sel 3. Pengenalan sel hewan dan sel tumbuhan Teknik pengenalan sel hewan dari sel tumbuhan di bawah mikroskop cahaya III NA



















MODUL I: BIOLOGI SEL
TOPIK I: MIKROSKOP CAHAYA



Nama: ...........................................................

NIM: ..............................................

Ttd: ........................................
Pengantar Teori Praktikum
Mikroskop cahaya adalah alat paling umum yang digunakan dalam pengamatan sel secara mikroskopis. Prinsip mikroskop cahaya adalah menerangi preparat yang diletakkan di meja benda dan mengamatinya pada beberapa perbesaran, dari puluhan hingga ratusan kali lebih besar, tergantung lensa okuler dan lensa obyektif yang digunakan. Bagian-bagian optik sebuah mikroskop adalah lensa okuler, lensa-lensa obyektif, diafragma, lensa kondenser, dan cermin.
Cermin berfungsi mengarahkan sumber cahaya (lampu, matahari) ke lensa kondenser (pengumpul). Lensa kondenser berfungsi mengeliminasi bayangan dan memfokuskan sumber cahaya yang diterimanya ke preparat. Lensa kondenser memiliki diafragma yang berfungsi seperti iris pada mata, mengatur kuat cahaya yang sampai ke preparat dan mengatur agar seluruh luas bidang pandang nampak jelas. Lensa obyektif berfungsi memperbesar bayangan preparat. Semakin tinggi kemampuan perbesaran lensa obyektif, semakin pendek panjang fokus hingga bayangan preparat tampak seperti tepat di depan mata pengamat. Lensa okuler berfungsi meneruskan citra bayangan preparat ke mata pengamat atau kamera. Okuler juga berkemampuan memperbesar bayangan, tetapi tidak menambah kemampuan melihat struktur detil preparat, atau tidak menambah jelas resolusi bayangan.



Gambar 1: Komponen utama mikroskop cahaya


Tujuan
Mempelajari cara kerja mikroskop cahaya untuk mengamati, mempelajari, menghitung jasad renik dan sel:
1. Melatih cara membawa dan memindahkan mikroskop cahaya;
2. Mengenal nama bagian-bagian mikroskop dan fungsinya masing-masing;
3. Melatih cara meletakkan preparat dan mengamatinya pada perbesaran lemah, sedang dan kuat;
4. Mempelajari bagaimana letak obyek yang diamati terhadap posisinya pada meja benda mikroskop
5. Melatih membuat preparat basah.

Kompetensi
1. Mampu menjelaskan bagian-bagian mikroskop cahaya dan fungsinya masing-masing;
2. Trampil menggunakan mikroskop cahaya.

Prosedur Kerja
a. Bahan
1. Mikroskop cahaya (1 buah per 4 praktikan)
2. Akuades (100 ml per mikroskop)

b. Alat
1. Gelas benda (5 helai per mikroskop)
2. Gelas penutup (5 helai per mikroskop)
3. Pipet tetes (2 batang per mikroskop)
4. Potongan koran (20x20cm)
5. Gunting, silet, atau skalpel (1-2 buah per mikroskop)
6. Pinset (2 batang per mikroskop)
7. Kertas tisu (secukupnya)
c. Metoda
Bagian A. Mengenal nama dan Fungsi Bagian-bagian Mikroskop Cahaya

1. Lihat diagram mikroskop (Gambar 1), pilih diagram yang paling mirip dengan mikroskop yang digunakan untuk menemukan bagian-bagian yang harus diketahui nama dan fungsinya.
a) SELALU GUNAKAN KEDUA TANGAN UNTUK MENGANGKAT DAN MEMINDAHKAN MIKROSKOP, YAITU: SATU TANGAN MEMEGANG LENGAN MIKROSKOP, TANGAN YANG LAIN MENYOKONG BADAN MIKROSKOP DARI BAWAH,
b) SELALU ANGKAT MIKROSKOP DALAM POSISI HORIZONTAL (AGAR LENSA CERMIN AMAN), SETELAH SEBELUMNYA LAMPU MIKROSKOP DIMATIKAN DAN KABEL DIGULUNG SEMPURNA.

2. Apakah mikroskop anda memiliki lampu? ______________________________________________
3. Dimana tuas untuk menghidupkan dan mengatur kuat cahaya lampu mikroskop tersebut?
________________________________________________________________________________________

4. Apakah mikroskop anda memiliki cermin? _______________________________________________
5. Lensa cermin dapat ditambah filter warna di atasnya. Apakah lensa cermin tersebut melekat pada mikroskop atau dapat dilepaskan?
_________________________________________________________________________________
6. Diafragma mengatur jumlah cahaya yang mengenai lensa kondensasi/pengumpul yang selanjutnya menyinari spesimen preparat sehingga dapat diamati melalui lensa okuler dan obyektif. Gerakkan tuas iris untuk mengatur luas bidang pandang yang dikenai cahaya;
a) Temukan diafragma pada mikroskop anda. Ke arah mana tuas diafragma dapat digerakkan?
________________________________________________________________________________________

b) Gunakan diagram untuk menemukan lensa okuler. Geser ke kanan dan ke kiri (:menyempit dan melebar) untuk menyesuaikan dengan lebar-antar-dua-mata yang berbeda-beda antar pengamat;
c) Berapa kemampuan perbesaran lensa okuler mikroskop anda? _________________________________x

7. Gunakan diagram Gambar 1 untuk menemukan revolver (revolving nosepiece), putar perlahan hingga berbunyi ‘klik’ ke tiap-tiap lensa obyektif; Mikroskop disimpan dalam keadaan lensa obyektif tidak sedang
8. Lensa obyektif dengan tanda garis merah adalah lensa obyektif primer untuk perbesaran 4x, tanda kuning lensa perbesaran lemah untuk perbesaran 10x & tanda hijau lensa perbesaran kuat untuk resolusi 40X;
9. Gunakan diagram Gambar 1 untuk menemukan: lengan mikroskop, meja benda mikroskop, klip meja benda mikroskop, tuas penggerak meja benda mikroskop, tuas makrometer dan tuas mikrometer.

Bagian B: Menggunakan Mikroskop
1. Hidupkan lampu mikroskop. Bila jeda pengamatan cukup lama, lampu mikroskop HARUS dimatikan.
2. Putar lensa obyektif primer hingga tepat berbunyi ‘klik’
3. Lihat melalui lensa okuler yang sudah diatur sesuai jarak antar-dua-mata anda. Sebuah bidang pandang bulat yang bersinar akan tampak. Atur diafragma dan kuat lampu sehingga bidang pandang sepenuhnya terlihat terang menurut kenyamanan mata anda;
4. Lihat ke arah samping mikroskop, gerakkan makrometer perlahan-lahan ke depan dan ke belakang, amati gerakan meja benda mikroskop terhadap lensa obyektif primer;
a) Bila tuas makrometer di putar ke arah pengamat, ke arah mana terhadap lensa obyektif meja benda bergerak?
_____________________________________________________________________________________

b) Bila tuas makrometer di putar menjauhi pengamat, ke arah mana terhadap lensa obyektif meja benda bergerak?
_____________________________________________________________________________________

5. Lensa okuler biasanya memiliki kemampuan membesarkan 8x atau 10x. Lensa obyektif primer membesarkan 4x, sehingga perbesaran total sebuah obyek yang diamati menggunakan lensa obyektif primer adalah 40x (4 x 10 = 40x). Perbesaran total tiap lensa obyektif dihitung dengan mengalikan perbesarannya terhadap perbesaran lensa okuler (: 8 atau 10). Untuk mikroskop yang sedang anada gunakan:
a) Bila lensa obyektif bertanda merah yang dipasang, perbesaran total mikroskop ___________________x

b) Bila lensa obyektif bertanda kuning yang dipasang, perbesaran total mikroskop ___________________x

c) Bila lensa obyektif bertanda hijau yang dipasang, perbesaran total mikroskop ___________________x

Bagian C: Membuat Preparat Basah
1. Gunakan skalpel, silet atau gunting untuk memotong sebuah hurup ‘e’ yang terkecil dari sehelai koran;
2. Pegang potongan tersebut dengan pinset dan posisikan di tengah-tengah sebuah gelas benda bersih;
3. Gunakan pipet untuk meneteskan setetes akuades ke atas potongan hurup ‘e’ tersebut;
4. Pegang gelas penutup pada kedua tepinya, letakkan dengan sudut 450 di tepi tetesan akuades di gelas benda, tahan dengan pinset atau pipet dan tarik penahan (pinset/pipet) perlahan-lahan, sehingga gelas penutup jatuh menutupi preparat potongan hurup ‘e’ tanpa gelembung udara di dalamnya;
5. Gunakan tisu untuk mengeringkan tepi gelas penutup. CATATAN: Hanya dalam keadaan kering (bagian bawah gelas benda dan gelas penutupnya) preparat boleh diletakkan di meja benda mikroskop.

Bagian D: Menemukan Obyek Melalui Mikroskop
1. Klik lensa obyektif primer ke posisi pengamatan. CATATAN: selalu harus digunakan perbesaran terendah sebelum meningkat ke perbesaran berikutnya hingga ke perbesaran maksimum mikroskop;
2. Atur diafragma untuk mendapatkan pencahayaan terbaik;
3. Taruh gelas benda preparat basah pada meja benda mikroskop;
4. Tahan gelas benda dengan klip meja benda mikroskop;
5. Sambil melihat melalui okuler, putar perlahan makrometer sampai preparat terlihat jelas;
6. Amati hurup ‘e’ pada perbesaran lemah dan perbesaran kuat. Fokuskan lensa hanya dengan menggunakan tuas mikrometer.
Peringatan: GUNAKAN MIKROMETER PADA PERBESARAN 100x s/d 1000x, karena lensa obyektif maupun slide preparat dapat saling berbenturan.

7. Bagaimana posisi hurup ‘e’ dilihat melalui mikroskop dibandingkan terhadap posisinya di meja benda?
_____________________________________________________________________________
8. Sambil melihat melalui okuler, geser preparat dari kiri ke kanan.
a) Dalam mikroskop, bagaimana posisi hurup tersebut ketika bergerak?
_____________________________________________________________________________

9. Sambil melihat melalui okuler, geser preparat dari kanan ke kiri.
b) Dalam mikroskop, bagaimana posisi hurup tersebut ketika bergerak?
_____________________________________________________________________________

10. Sambil melihat melalui okuler, geser preparat ke arah pengamat.
c) Dalam mikroskop, bagaimana posisi hurup tersebut ketika bergerak?
_____________________________________________________________________________

11. Sambil melihat melalui okuler, geser preparat menjauhi pengamat.
d) Dalam mikroskop, bagaimana posisi hurup tersebut ketika bergerak?
______________________________________________________________________________

Analisis
Padukan angka-hurup yang sesuai dari Kolom I dan II dan tulis di Kolom Isian. Pada Pembahasan, tuliskan dengan lengkap kalimat pada kedua kolom tersebut dan beri analisis sesuai pengalaman yang anda peroleh dari latihan ini.

Isian
(Angka-Hurup) Kolom I Kolom II
1-C 1. Diafragma A. mengamati preparat, kemampuan perbesaran 8x atau 10x
2-E 2. Lensa obyektif primer B. agar preparat cepat dapat difokuskan namun masih kasar
3-G 3. Cermin C. mengatur jumlah dan kekuatan cahaya yang masuk ke mikroskop
4-A 4. Lensa Okuler D. tempat melekatnya lensa-lensa obyektif dan untuk memindahkan lensa antar perbesaran
5-I 5. Obyektif perbesaran lemah E. digunakan sebagai lensa pertama di awal pengamatan
6-K 6. Obyektif perbesaran kuat F. memegang gelas benda agar tetap pada posisinya
7-D 7. Revolver G. mengarahkan cahaya ke preparat
8-B 8. Tuas Makrometer H. tempat meletakkan preparat untuk diamati
9-J 9. Tuas Mikrometer I. memperbesar bayangan preparat 10x
10-H 10. Meja benda mikroskop J. memfokuskan tampilan preparat secara akurat
11-F 11. Klip meja benda mikroskop K. memperbesar bayangan preparat 40x
Pembahasan (disediakan halaman secukupnya)
Simpulan dan Saran (disediakan halaman secukupnya)
Pustaka
Jacobs, V.M. et al, 2003: Biology High School Assessment Student Lab Manual- Prince George’s County Public Schools, 144 hal
Dll...


*********************************




TOPIK II: Menghitung Jumlah Total Stomata Daun dalam
Sebuah Bidang Pandang Mikroskop



Nama: ...........................................................
NIM: ..............................................
Ttd: ........................................

Teori Pengantar

Semua sel hidup senantiasa melakukan respirasi, karena itu akan selalu terjadi pertukaran gas melalui permukaan sel. Pertukaran gas sel-sel mesofil daun pada saat fotosintesis terjadi jauh lebih cepat daripada yang dibutuhkan daun untuk repirasinya.
Beberapa spesies tumbuhan memiliki area dimana mesofil tidak mengandung pigmen, dan sel yang tidak mengandung pigmen tidak dapat melakukan fotosintesis. Pada area dimana tidak terjadi fotosintesis pertukaran gas terjadi jauh lebih lambat daripada di area dimana fotosintesis sedang aktif berlangsung.
Stomata adalah pori pada permukaan daun yang dapat membuka dan menutup untuk memfasilitasi terjadinya pertukaran gas. Pada permukaan daun yang berwarna hijau, dimana terjadi pertukaran gas secara intensif, diharapkan terdapat lebih banyak stomata.

Tujuan
Mempelajari apakah daun yang warnanya belang-belang mempengaruhi letak dan sebaran stomata pada permukaannya?

Kompetensi
3. Mampu membuat cetakan/template preparat segar daun tumbuhan
4. Trampil menghitung jumlha total sel (total count) per bidang pandang mikroskop.

Prosedur
Masing-masing praktikan menyiapkan template permukaan daun yang berbelang-belang. Gunakan mikroskop perbesaran lemah untuk menghitung jumlah seluruh stomata per bidang pandang. Ulangi 3 kali dan lakukan masing-masing untuk bagian daun yang berwarna hijau/merah dan pada bagian daun yang berwarna pucat/putih kekuningan. Catat dalam tabel yang tersedia dan bandingkan hasilnya dengan tim dan kelas.

a. Bahan
1. Preparat segar daun Coleus sp, Codiaeum sp (puring) atau daun spesies lain yang berwarna-warna dan permukaan daunnya harus tidak berbulu.
2. Akuades (100 ml per mikroskop)

b. Alat
1. Mikroskop (1 buah per dua praktikan)
2. Counter (1 buah per mikroskop)
3. Cat kuku jernih (1 botol per mikroskop)
4. Selotip (1 rol kecil per mikroskop)
5. Silet (2 buah per mikroskop)
6. Gelas benda (5 helai per mikroskop)
7. Gelas penutup (5 helai per mikroskop)
8. Pipet tetes (2 batang per mikroskop)



c. Preparasi Template Daun
1. Pilih bagian daun yang warna putihnya berbatasan dengan bagiannya yang berwarna hijau/merah
2. Teteskan cat kuku jernih pada bagian tersebut dan tunggu hingga benar-benar kering
3. Potong selotip kira-kira seluas sebuah gelas benda dan lekatkan di atas daun yang dicat (butir 2)
4. Dengan hati-hati, kupas selotip tersebut sehingga cat kuku terpisah/terangkat dari daun dan segera lekatkan selotip ke gelas benda yang bersih
5. Tandai selotip pada bagian daun yang hijau dan bagian yang pucat.

d. Menghitung Stomata
1. Amati template di bawah mikroskop. Pilih perbesaran yang sesuai dan hitung jumlah total stomata per bidang pandang. Catat perbesaran yang digunakan. Ingat bahwa bila stomata per bidang pandang terlalu banyak maka kesalahan hitung bertambah dan perlu banyak waktu , tetapi kalau terlalu sedikit maka kesalahan karena sampling meningkat.
2. Pilih sebuah bidang pandang di daerah hijau yang semua stomatanya sempurna, hitung semua stomata yang sempurna pada bidang pandang tersebut
3. Stomata di tepi bidang pandang atau yang tidak sempurna juga dihitung, dan separuh jumlahnya (50% dari yang terhitung) ditambahkan pada jumlah total stomata yang sempurna pada bidang pandang tersebut.
4. Ulangi penghitungan dengan teknik yang sama pada 3 - 5 bidang pandang untuk area yang pucat
5. Catat hasil pengamatan di area hijau dan area pucat sebagai tabel dan bandingkan dengan hasil kelas.
6. Amati sebuah stomata pada perbesaran 400, gambar detilnya dan beri keterangan gambar.
7. Amati bentuk guard cell yang berbeda dari sel pidermis di sekitarnya. Tiap pasang guard cell mengelilingi sebuah stomata yang mungkin sedang membuka atau sedang menutup.

Hasil Pengamatan


Gambar 1. A. Detil stomata daun .............................................................................. perbesaran ......................x

B. Stomata daun ...................................................................perbesaran .........................................x

Keterangan Gambar:
1. 4.
2. 5.
3. 6.
Catatan:



Tabel 1. ...................................................................................................................................................................

...................................................................................................................................................................


Ulangan Jumlah Stomata per Bidang Pandang, perbesaran ............... x
Area Hijau Area Pucat
Sempurna Tepi/tidak sempurna Sempurna Tepi/tidak sempurna
1.
2.
3.
4.
5.
Total
Rerata

Pembahasan (disediakan halaman secukupnya)
Simpulan dan Saran (disediakan halaman secukupnya)
Pustaka
Jacobs, V.M. et al, 2003: Biology High School Assessment Student Lab Manual- Prince George’s County Public Schools, 144 hal
Dll...

2 comments:

wane noor said...

ya kurang rapi sihh.. coba dirapiin dikit kan enak bacanya..emang sihh inti isinya..

Pentoeng said...

Copas aja di Ms. Word, bos.. hasilnya rapi kok

Popular Posts